Hari2 penyiksaan mulai terjadi dan akan terus berlangsung sampai liburan musim dingin berakhir dalam 2 minggu ke depan. Badan mulai terasa sakit-sakit, rumah berantakan tak terkira. Belum lagi virus influenza dan teman-temannya sedang siaga mengintai. Satu persatu orang di rumah ini sudah terjangkit, dan hari ini giliran gue yang kena. Gapapa deh, biar kuat???? hihi. Tapi alhamdulillah semua cowo di rumah ini sudah sembuh.
Si alif seneng banget loncat sana loncat sini, lalu smack down. Kalau tak boneka, maka ayah dan mamanya yg jadi korban. Adli kadang jadi korban kalau dia sukses membuat alif sangat kesal seperti memencet tombol off pada dvd player yang sedang running menyetel film kesukaan alif
wah bener2 kudu dipelototin gerak-gerik mereka berdua, ga boleh lengah sedetik pun.
Kalau tak men-smack down, alif pasti nyangkut di badan ayah atau mamanya, atau di atas meja. Menggelantung sedemikian rupa sehingga leher ini sakit tercekit. Atau loncat sana loncat sini melewati kaki-kaki kami yang sedang selonjoran yang tentu saja banyak sekali terjadi accident kaki-kaki ini terinjak alif pfffuuuuh.
Sementara Adli, bener2 mengingatkan ku pada si robi anjing laut temannya pinggu. Apalagi kalau dia lagi minta makan atau minta sesuatu yang dia inginkan. Pasti dia dengan berdiri di atas lututnya, akan menggerak-gerakan badannya ke atas, mirip anjing laut kalo lagi maen bola atau lagi dikasih ikan huehehe, tapi beneran
atau kalo ga gitu, dia pasti deketin aku, menjambak, narik-narik rambut, dan kalo kepala ini sudah dekat dengan badan dia, dia akan mencolok-colok mata, idung atau mata. Dengan sesekali memukul2 wajah ini. Jangan tanya sakitnya, ga parah sih, tapi lumayan peureus kalo orang sunda bilang mah
Atau kalau ga gangguin mamanya, adli akan merangkak sana sini, dengan satu dua langkah berjalan, mengacak-acak semua barang yang dia lihat, atau pun yang ada dalam lemari. favorit dia adalah buka laci dan mengeluarkan semua baju-baju dari dalamnya. Atau buka lemari, dan menjatuhkan semua gelas sehingga pecah ketika sampai di lantai. Atau lagi, dia mengeluarkan semua CD dari tempatnya, dan setelah itu alif akan teriak: *maamaaaaaa CD nya geret-geretttttt. tuh kan rusak?* lalu disusul dengan tangisan adli karena terjengkang didorong alif.
Sudah beberapa bulan ini alif sekolah. Sehingga aku jadi lupa kalo kelakuan si alif itu cukup menguras tenaga dan emosiku hehe. Sehingga pada suatu hari alif bertanya: kenapa alif dimarahin aja? huehehehe. Yah ga rugi deh aku bayar sekolah alif mahal-mahal huahahaha. makasih ya sensei nya alif
Laporan yang paling alif senangi ketika dia pulang sekolah adalah : tadi alif berantem. hehe. kalo ku tanya lagi dia nangis apa engga, dia jawab nangis ataupun tidak nangis, tetap saja dia bahagia menyampaikannya. dasar. ntah ya. mungkin marah2an sama teman juga dia anggap berantem? soalnya kalo berantem beneran pasti ada laporan dari senseinya. atau apa mereka berantem di tempat sunyi sehingga para sensei ga liat? huehehehe.
Posted by sofi
Posted by sofi
Posted by sofi