in indonesian, biar cuman orang indo aja yang ngerti huehehe
Aku ga begitu tau sepak terjang Ibu Benazir, dan ga tau juga gimana persisnya di Pakistan sana. Tapi setelah aku denger2 dan liat2 kelakuan orang Pakistan di sini, aku jadi mengagumi si ibu. Bukan apa-apa, seorang perempuan yang bisa menjadi figur apalagi leader di tengah2 lingkungan yang nyata2 membedakan kelas perempuan dan laki-laki, adalah sesuatu yang sangat hebat.
Di sini, khususnya di mesjid sini, komitte masjid yang didominasi oleh orang2 Pakistan, sangat jelas melarang perempuan untuk masuk ke masjid (daerah khusus untuk shalat saja), atau boleh masuk ke masjid atas seizin komitte (dan tentu saja katanya dengan alasan yang jelas). Tapi adakah alasan lain yang lebih jelas untuk memasuki masjid selain untuk shalat ??? Masa kita mau numpang poto2 di masjid, atau lihat2 sekedar untuk tour? Masjid bukan musium or bangunan antik!
Dengan hati ngedumel dan gondok segede gunung, para perempuan Indonesia menerima aturan komitte, yang menyebutkan bahwa perempuan hanya diperbolehkan berada di daerah woman room islamic center. Itu pun masih suka dijajah oleh para laki-laki kalau ruangan sedang tidak ada orang, untuk mereka pakai tidur, atau pakai toilet beserta kamar mandinya, pada jam kerja!
Laki laki Pakistan yang lebih *keras* lagi, melarang perempuan sama sekali untuk datang ke masjid walau hanya untuk datang ke islamic center nya, dengan kata lain mereka sangat menentang perempuan berada di area sekitar masjid. Pernah ada kejadian sepasang suami istri bertengkar hebat di dekat pintu gedung masjid karena si istri memaksa masuk ke dalam gedung masjid sementara si suami yang orang Pakistan melarangnya keras. Dan tentu saja si istri menangis dan akhirnya berhasil masuk ke islamic center.
Selain melarang para perempuan, mereka juga tidak welcome pada anak-anak yang datang ke masjid. Ntah kenapa, tapi alasan yang sering terdengar adalah karena anak2 hanya membuat berantakan dan keributan. Dan ntah memang ini sifat personal atau bukan, ada seorang Bapak memukul kepala anak orang lain tanpa sebab ketika anak itu berada di masjid.
Gak ngerti sama sekali, para suami meninggalkan anak istri mereka di rumah sementara mereka sibuk beribadah di masjid. Bagaimana para perempuan dan anak-anak bisa menjadi pintar kalau hanya tinggal di rumah? Mengapa mereka dilarang masuk masjid sementara Allah SWT saja tidak pernah membedakan laki-laki dan perempuan kecuali dari keimanan mereka? DONT EVER SAY IF perempuan beriman itu adalah yang tidak masuk masjid!! NO WAY!
Tau gak, ada suami yang sangat melarang keras istrinya pergi ke masjid, tapi dia menginjinkan istrinya karaokean dengan teman2 istrinya sampe pagi?
Dan tau juga gak, di tempar parkir, seorang laki-laki pakistan bertanya tentang sesuatu pada temen perempuanku. Dan ketika laki-laki tsb berpapasan di dekat woman room dengan temenku itu, si laki-laki langsung memalingkan wajahnya huehehehe
Jadi balik lagi ke Ibu Benazir. Aku ga ngerti demokrasi yang dia perjuangkan seperti apa. Aku juga ga menghiraukan misi2 tersembunyi dari yang mencari keuntungan di atas penderitaan orang (negara) lain melalui perjuangan Benazir. Tapi bagi seorang perempuan, menjadi publik figur apalagi leader di lingkungan seperti Pakistan sana, adalah suatu yang sangat sulit. Dan tentunya, kita (aku maksudnya) harus juga mengagumi suaminya yang mendukung Benazir selama ini.
Posted by sofi