Alif nyanyi buat Adli

October 21, 2007

Ay ku sayang sematawayang :P

October 20, 2007

baby sitter dcf_0006.jpgpa0_0011.jpgyukata-bertiga.jpgpa0_0003.jpgkafung.jpgdcf_0074.jpgbertiga.jpgdvc00749.jpgdcf_0040.jpgdscf0771.jpgay-al-lg-nonton.jpg 

victim dscf1724.jpgpa0_0103.jpg telunjuk.jpg

entertainer dcf_0084.jpg

janitor beberes.jpg

driver dscf0787.jpg

truck driver dcf_0096.jpg

?? pa0_0126.jpg


(suami) Benazir Bhutto & Pakistan

October 19, 2007

in indonesian, biar cuman orang indo aja yang ngerti huehehe  

Aku ga begitu tau sepak terjang Ibu Benazir, dan ga tau juga gimana persisnya di Pakistan sana. Tapi setelah aku denger2 dan liat2 kelakuan orang Pakistan di sini, aku jadi mengagumi si ibu. Bukan apa-apa, seorang perempuan yang bisa menjadi figur apalagi leader di tengah2 lingkungan yang nyata2 membedakan kelas perempuan dan laki-laki, adalah sesuatu yang sangat hebat.

Di sini, khususnya di mesjid sini, komitte masjid yang didominasi oleh orang2 Pakistan, sangat jelas melarang perempuan untuk masuk ke masjid (daerah khusus untuk shalat saja), atau boleh masuk ke masjid atas seizin komitte (dan tentu saja katanya dengan alasan yang jelas). Tapi adakah alasan lain yang lebih jelas untuk memasuki masjid selain untuk shalat ??? Masa kita mau numpang poto2 di masjid, atau lihat2 sekedar untuk tour? Masjid bukan musium or bangunan antik!

Dengan hati ngedumel dan gondok segede gunung, para perempuan Indonesia menerima aturan komitte, yang menyebutkan bahwa perempuan hanya diperbolehkan berada di daerah woman room islamic center. Itu pun masih suka dijajah oleh para laki-laki kalau ruangan sedang tidak ada orang, untuk mereka pakai tidur, atau pakai toilet beserta kamar mandinya, pada jam kerja!

Laki laki Pakistan yang lebih *keras* lagi, melarang perempuan sama sekali untuk datang ke masjid walau hanya untuk datang ke islamic center nya, dengan kata lain mereka sangat menentang perempuan berada di area sekitar masjid. Pernah ada kejadian sepasang suami istri bertengkar hebat di dekat pintu gedung masjid karena si istri memaksa masuk ke dalam gedung masjid sementara si suami yang orang Pakistan melarangnya keras. Dan tentu saja si istri menangis dan akhirnya berhasil masuk ke islamic center. 

Selain melarang para perempuan, mereka juga tidak welcome pada anak-anak yang datang ke masjid. Ntah kenapa, tapi alasan yang sering terdengar adalah karena anak2 hanya membuat berantakan dan keributan. Dan ntah memang ini sifat personal atau bukan, ada seorang Bapak memukul kepala anak orang lain tanpa sebab ketika anak itu berada di masjid.

Gak ngerti sama sekali, para suami meninggalkan anak istri mereka di rumah sementara mereka sibuk beribadah di masjid. Bagaimana para perempuan dan anak-anak bisa menjadi pintar kalau hanya tinggal di rumah? Mengapa mereka dilarang masuk masjid sementara Allah SWT saja tidak pernah membedakan laki-laki dan perempuan kecuali dari keimanan mereka? DONT EVER SAY IF perempuan beriman itu adalah yang tidak masuk masjid!! NO WAY!

Tau gak, ada suami yang sangat melarang keras istrinya pergi ke masjid, tapi dia menginjinkan istrinya karaokean dengan teman2 istrinya sampe pagi? :D

Dan tau juga gak, di tempar parkir, seorang laki-laki pakistan bertanya tentang sesuatu pada temen perempuanku. Dan ketika laki-laki tsb berpapasan di dekat woman room dengan temenku itu, si laki-laki langsung memalingkan wajahnya huehehehe

Jadi balik lagi ke Ibu Benazir. Aku ga ngerti demokrasi yang dia perjuangkan seperti apa. Aku juga ga menghiraukan misi2 tersembunyi dari yang mencari keuntungan di atas penderitaan orang (negara) lain melalui perjuangan Benazir. Tapi bagi seorang perempuan, menjadi publik figur apalagi leader di lingkungan seperti Pakistan sana, adalah suatu yang sangat sulit. Dan tentunya, kita (aku maksudnya) harus juga mengagumi suaminya yang mendukung Benazir selama ini.


Grandma`s house

October 6, 2007

At the Seven Eleven ALif asked me to buy him a toy, a Gekired robot hand. Sure I said no because he has many toys at home and we have no space anymore to keep the new one. Also I said him if he is now 4 years old, time to start saving the money. Alif then asked, money for what? toys or game or milk or chips or the school fee ? I answered it all except the toys and the game hehe. I also answered if the money could be saved to buy the flight ticket to fly to grandma`s house in Bandung. For a moment ALif didn’t ask anymore. He only saw the toy. A second later he said: Mom, Alif ga mau tangan gekired lagi, tapi kita sekarang ke rumah nenek di Bandung ya? (Mom, ALif don’t want anymore the toy, but we re going to grandma`s house in Bandung right now ok?)

Sure I have to answer it soon because Alif would never stop to ask until he get the desired answer! I said, not now Alif, we have to wait Ayah to fly to Bandung. Bandung is so far far away from here. Of course it was not the answer that he want, so all the way home, alif was crying and asking to fly to grandma`s house in Bandung. Last night before he went to bed, he asked it again and again. This morning, soon after he wake up, he asked it again and again. oh no, until when?

Yesterday I called the grandma, Alif had a little conversation too with the grandma, but it didn’t change his mind to fly to Bandung. oh boy!